JUAL TRAFIC LIGHT – LAMPU LALU LINTAS – WARNING LIGHT

Pengertian Trafic Light

DJINUN DJAYA bergerak dalam bidang produksi rambu lalu lintas seperti rambu peringatan, rambu parkir, rambu keselamatan (K3), rambu perintah, rambu larangan, alat keamanan jalan seperti safety cone, delineator, paku jalan, road barrier, traffic botton, speed bump, convex mirror, rubber cone, cermin tikungan jalan, tiang rambu ( tiang moveable, tiang silang, tiang tanam ) , traffic light, warning light, penerangan jalan umum atau PJU, stick Cone

Alat pemberi isyarat lalu lintas terdiri dari : 

1. Lampu 3 (tiga) warna, untuk mengatur kendaraan
Traffic light - cv amparan rezeki teknik

 

 

 

 

Lampu tiga warna terdiri dari warna merah, kuning dan  hijau.
Lampu tiga warna dipasang dalam  posisi vertikal atau horizontal.
Apabila dipasang secara vertikal, susunan  lampu dari atas ke bawah dengan urutan merah, kuning, hijau.
Apabila dipasang secara horizontal,susunan lampu dari kiri ke kanan menurut arah datangnya lalu lintas dengan urutan merah, kuning, hijau.

Lampu tiga warna dapat dilengkapi dengan  lampu warna merah dan/atau  hijau yang memancarkan cahaya berupa tanda panah.

2. Lampu 2 (dua) warna, untuk mengatur kendaraan dan/atau pejalan kaki
TRAFFIC LIGHT RG

 

 

 

Lampu dua warna terdiri dari warna merah dan hijau. Lampu dua warna dipasang dalam posisi vertikal atau horizontal.
Apabila dipasang secara vertikal, susunan  lampu dari atas ke bawah dengan urutan merah, hijau.
Apabila dipasang secara horizontal, susunan lampu dari kiri ke kanan menurut arah datangnya lalu lintas dengan urutan merah, hijau.

3. Lampu 1 (satu) warna, untuk memberikan peringatan bahaya kepada pemakai jalan.
TRAFFIC LIGHT - Y - Amparan Rezeki teknik

 

 

 

 

Lampu satu warna, berwarna kuning  atau merah.
Lampu satu warna dipasang dalam posisi vertikal atau horizontal.
Penempatan alat pemberi isyarat lalu lintas, antara lain:

  1. Penempatan alat pemberi isyarat lalu lintas dilakukan sedemikian rupa, sehingga mudah dilihat dengan jelas oleh pengemudi, pejalan kaki dan tidak merintangi lalu lintas kendaraan. 
  2. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas yang ditempatkan pada persimpangan di sisi jalur lalu lintas, tinggi lampu bagian yang paling bawah sekurang-kurangnya 3,00 meter dari permukaan jalan. 
  3. Alat pemberi isyarat lalu lintas pada persimpangan, ditempatkan pada sisi kiri jalur lalu lintas menghadap arah datangnya lalu lintas dan dapat diulangi pada sisi kanan atau di atas jalur lalu lintas
  4. Alat pemberi isyarat lalu lintas pada persilangan sebidang dengan jalan kereta api,ditempatkan pada sisi kiri jalur lalu lintas menghadap arah datangnya lalu lintas dan dapat diulangi pada sisi kanan jalur lalu lintas.
  5. Alat pemberi isyarat lalu lintas pada tempat penyeberangan pejalan kaki ditempatkan pada sisi kiri dan/atau kanan jalur lalu lintas menghadap ke arah pejalan kaki yang dilengkapi dengan tombol permintaan untuk menyeberang.
  6. Apabila alat pemberi isyarat lalu lintas ditempatkan di atas permukaan jalan tinggi lampu bagian paling bawah sekurang-kurangnya 5,50 meter dari permukaan jalan

SUMBER : http://www.cirebonkab.go.id/dishub/index.php/sarana/trafik-light

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*